sales corporate visioner

Sales Training Series : Menjadi Sales Corporate Gen Z yang Visioner (Bagian 6 – Penutup)

 Sales Training | Kita sudah berjalan jauh: dari fondasi B2B corporate sales (Bagian 1), memahami relasi dengan procurement (Bagian 2), menyelami channel & manajemen risiko (Bagian 3), membedah siklus penjualan (Bagian 4), hingga memperdalam strategi negosiasi (Bagian 5). Sekarang saatnya kita merangkum, merenungkan, dan menutup seluruh pembahasan dengan pandangan ke depan — khususnya bagi Anda, Gen Z professional, yang sedang atau akan terjun ke dunia corporate sales.

Penutup ini akan kita susun dengan beberapa sub-bagian:

  1. Rekapitulasi Utama
  2. Mengapa Gen Z Berbeda
  3. Transformasi Peran Sales Corporate
  4. Kompetensi Kunci untuk Sales Corporate Modern
  5. Mindset Jangka Panjang: Dari Sales → Strategic Partner
  6. Tantangan Masa Depan: Digitalisasi, Sustainability, dan Global Competition
  7. Closing Thought: Jalan Panjang Menjadi Sales Corporate Visioner

Ini sekadar epilog singkat, tapi manifesto praktis untuk Anda.

1. Rekapitulasi Utama

Mari kita ulang kembali poin besar dari seluruh bagian sebelumnya:

  • Bagian 1: Fondasi B2B corporate sales adalah memahami kompleksitas relasi antar perusahaan. Sales bukan sekadar jualan, tapi harus bisa membaca kebutuhan bisnis, memahami konteks industri, dan membangun kepercayaan.
  • Bagian 2: Hubungan dengan procurement itu ibarat dua sisi mata uang. Sales tidak bisa hanya melihat procurement sebagai “penghalang” yang selalu menekan harga, tetapi harus memahami mereka sebagai partner dengan KPI sendiri (cost saving, compliance, risk mitigation).
  • Bagian 3: Channel sales tidak bisa dipilih sembarangan. Setiap channel (direct, distributor, SI, e-procurement, hybrid) punya risiko, keunggulan, dan kelemahan masing-masing. Sales yang visioner harus melihat channel sebagai bagian dari risk management strategy.
  • Bagian 4: Siklus penjualan B2B corporate itu panjang, kompleks, dan penuh tahap. Dari lead generation hingga after sales, setiap tahap menuntut strategi berbeda. Kesabaran, konsistensi, dan disiplin adalah kunci.
  • Bagian 5: Negosiasi adalah seni sekaligus sains. Procurement akan selalu menekan, tapi sales yang kuat akan menangkis dengan data, value, storytelling, dan strategi win-win.

Dengan menguasai semua aspek ini, seorang sales tidak lagi dilihat sebagai “tukang jualan”, tapi sebagai mitra strategis perusahaan client.

 

2. Mengapa Gen Z Berbeda

Generasi Z (lahir kira-kira antara 1997–2012) sedang memasuki usia produktif dan mulai mengisi posisi penting di perusahaan. Sebagai sales, Gen Z punya karakteristik unik:

  1. Digital Native → sejak kecil sudah terbiasa dengan internet, gadget, dan media sosial. Ini memberi keunggulan dalam memanfaatkan teknologi (CRM, LinkedIn, digital marketplace).
  2. Cepat Beradaptasi → Gen Z terbiasa dengan perubahan cepat, sehingga relatif lebih fleksibel menghadapi shifting channel dan model bisnis.
  3. Butuh Purpose → Gen Z tidak puas hanya bekerja demi gaji. Mereka ingin pekerjaannya punya makna, punya dampak. Dalam sales, ini bisa menjadi keunggulan: fokus pada solusi nyata untuk client, bukan sekadar jual produk.
  4. Visual & Storytelling Oriented → Gen Z lebih nyaman dengan visual, video, dan storytelling dibanding teks panjang. Ini selaras dengan teknik presentasi dan negosiasi modern.
  5. Collaborative → Gen Z cenderung suka kerja tim, tidak terlalu hierarkis, lebih nyaman dengan komunikasi horizontal. Ini cocok dengan dunia B2B yang penuh stakeholder.

Namun, Gen Z juga punya tantangan: kadang kurang sabar menghadapi proses panjang, cenderung ingin hasil instan, dan mudah bosan. Inilah yang harus diimbangi dengan pemahaman siklus sales corporate yang panjang.

 

3. Transformasi Peran Sales Corporate

Peran sales corporate hari ini sudah jauh berubah dari 10–20 tahun lalu. Kalau dulu sales lebih banyak berfungsi sebagai “penyampai produk” (product pusher), kini sales corporate harus bertransformasi menjadi:

  1. Problem Solver → memahami masalah client, bukan sekadar menjual barang.
  2. Value Creator → mampu menghitung dan menunjukkan ROI nyata.
  3. Risk Mitigator → memberi rasa aman dengan diversifikasi, SLA, compliance.
  4. Strategic Partner → terlibat dalam strategi jangka panjang perusahaan client.

Transformasi ini terjadi karena corporate client semakin pintar, procurement semakin kuat, dan kompetisi semakin global.

 

4. Kompetensi Kunci untuk Sales Corporate Modern

Apa saja kompetensi yang harus dimiliki seorang sales corporate, terutama Gen Z?

  1. Business Acumen
    • Memahami industri client, tren pasar, regulasi, dan dinamika kompetitor.
    • Bukan hanya tahu produk sendiri, tapi juga peta besar bisnis client.
  2. Financial Literacy
    • Paham laporan keuangan sederhana, ROI, TCO, cash flow.
    • Bisa bicara dengan CFO atau procurement dalam bahasa finansial.
  3. Communication & Negotiation Skill
    • Mampu menyampaikan value dengan storytelling.
    • Bisa menghadapi tekanan procurement tanpa panik.
  4. Digital Savvy
    • Menguasai CRM, e-procurement platform, data analytics, social selling.
  5. Project Management
    • Karena deal B2B sering melibatkan implementasi jangka panjang. Sales harus bisa mengawal timeline dan koordinasi tim internal.
  6. Resilience & Patience
    • Mental kuat menghadapi siklus panjang, penolakan, bahkan kegagalan.
  7. Ethical & Compliance Awareness
    • Paham aturan tender, etika bisnis, dan tidak tergoda jalan pintas.

 

5. Mindset Jangka Panjang: Dari Sales → Strategic Partner

Salah satu kesalahan banyak sales adalah hanya fokus pada closing jangka pendek. Padahal corporate sales adalah marathon, bukan sprint.

Mindset yang harus dibangun:

  • Saya bukan hanya menjual produk, saya membantu client mencapai KPI bisnis mereka.
  • Saya bukan hanya vendor, saya mitra strategis yang membantu mengurangi risiko.
  • Saya bukan hanya mengejar kontrak, saya membangun hubungan jangka panjang.

Kalau mindset ini tertanam, Anda akan lebih sabar, lebih konsisten, dan lebih dihargai oleh client.

 

6. Tantangan Masa Depan: Digitalisasi, Sustainability, dan Global Competition

a) Digitalisasi

  • E-procurement, marketplace B2B, dan AI-driven sourcing akan makin dominan.
  • Sales harus siap bermain di arena digital, bukan hanya tatap muka.

b) Sustainability & ESG (Environmental, Social, Governance)

  • Banyak perusahaan besar kini menilai vendor berdasarkan aspek keberlanjutan.
  • Sales harus bisa menunjukkan bahwa produknya ramah lingkungan, etis, dan sesuai regulasi.

c) Global Competition

  • Vendor asing makin mudah masuk ke pasar lokal.
  • Sales harus bisa menonjolkan local insight & service excellence sebagai keunggulan.

d) Automation vs Human Touch

  • Beberapa proses bisa otomatis (e-procurement, tender digital), tapi negosiasi strategis tetap butuh human touch.
  • Sales Gen Z harus bisa menyeimbangkan keduanya.

 

7. Closing Thought: Jalan Panjang Menjadi Sales Corporate Visioner

Corporate sales bukan jalan yang mudah. Panjang, berliku, penuh tantangan. Tapi juga penuh peluang: satu deal bisa mengubah arah karier Anda, satu hubungan baik bisa membuka puluhan pintu baru.

Sebagai Gen Z professional, Anda punya keunggulan besar: digital savvy, adaptif, kreatif. Tinggal ditambahkan dengan disiplin, kesabaran, dan pemahaman mendalam tentang bisnis, maka Anda bisa melampaui ekspektasi.Jangan lihat procurement sebagai lawan, lihat mereka sebagai partner. Jangan lihat negosiasi sebagai perang harga, lihat sebagai proses kolaborasi. Jangan lihat sales cycle sebagai beban, lihat sebagai perjalanan membangun trust.

Akhirnya, corporate sales bukan sekadar soal menjual produk. Ia adalah seni membangun kepercayaan, mengurangi risiko, dan menciptakan nilai jangka panjang.

Dan kalau Anda, Gen Z professional, bisa memahami ini lebih cepat daripada generasi sebelumnya, maka Anda tidak hanya akan jadi sales hebat. Anda akan jadi sales visioner — orang yang memimpin transformasi, membangun partnership strategis, dan membawa dampak nyata bagi perusahaan Anda maupun client.

Dengan itu, kita menutup perjalanan panjang ini. Semoga artikel ini tidak hanya menjadi bacaan, tetapi juga peta jalan yang bisa Anda gunakan untuk meniti karier di dunia corporate sales.

 

Penulis: Doddy Ariesta Afriyana, SE / Imtiyaz Learning Consulting
Sumber: imtiyazlearnings.com/blog/sales-training-b2b-corporate-27665/

HASAN BAGUS

Untuk mendapatkan informasi lengkap tentang optimasi website, silahkan gunakan layanan konsultasi kami via kontak dibawah ini. HASAN BAGUS juga memberikan layanan pembuatan website berbasis wordpress atau cms dan pembelian themes wordpress premium.

WA : 0813 1113 9686
WEB : hasanbagus.com

Facebook : hasanbagus80
Instagram : hasanbagus80
Youtube : hasanbagus80
TikTok : hasanbagus80
LinkedIn : hasanbagus80

Scroll to Top